"ANAK BUKAN HANYA SANTUN CERDAS, TAPI JUGA SANTUN "
Zaman
sudah berubah, era teknologi memberi tantangan baru pada orangtua. Namun,
sejatinya setiap anak harus dibekali life skill yang berguna untuk kehidupan
mereka kelak. Apa saja life skill anak yang perlu dikembangkan ? . “ LIFE SKILL
adalah kemampuan berperilaku adaptif dan positip yang membantu anak sukses,
berada di lingkungan dengan perubahan dan tantangan beragam, seperti dirumah,
dikantor, di sekolah dan sebagainya. “
Ada
pendapat beberapa orangtua , berikut ini :
1 . Ketrampilan yang
harus dikuasai oleh anak harus pandai bersosialisasi dan beradaptasi dengan
lingkungannya. Cara mengembangkannya ajari anak untuk percaya diri, dan pandai
bergaul dengan berbagai karakter orang.
2 . Budi pekerti ( bagaimana menumbuhkan rasa hormat kepada
orang lain terutama kepada yang lebih tua, rasa percaya diri, tentang kehidupan,
misalnya : menyelesaikan semua kebutuhan mereka sendiri, mencuci baju sendiri,
membersihkan kamar sendiri , dll )
3 . Life skill penting terutama soal ketrampilan anak
membawa diri dan sopan santun dalam bermasyarakat . Caranya saya ajarkan anak
saya 4 kata ajaib yaitu maaf, tolong, terima kasih dan permisi. Menurut saya
zaman boleh berubah, tapi anak itu tidak hanya harus cerdas tapi juga memiliki
sopan santun.
4 . Cara mengembangkannya bisa dimulai dari cara mengasuh
anak dalam keluarga oleh orangtuanya sendiri. Ketika kedekatan anak dan
orangtua terbangun dengan baik, maka proses komunikasi bisa berjalan dengan
lancar, dan anak semakin mengerti dan pintar.
5 . Life skill yang ada untuk anak dimasa seperti ini adalah
interpersonal. Pandai membaca situasi untuk kemudian memposisikan dirinya di
lingkungannya nanti. Dalam interpersonal ini banyak yang mendukung, ada
keberanian berekspresi, komunikasi, dll.
6 . Untuk menyiapkan anak memiliki sikap demikian, biasakan
mengajak anak-anak diskusi untuk hal apapun. Termasuk melibatkannya dalam
pengambilan keputusan tentang dirinya. Harapannya agar bisa menumbuhkan
kepercayaan dirinya dalam berbagai situasi. Tentunya dibarengi dengan
konsekuensi dari pengambilan keputusan tersebut.
Pelan-pelan cara
ini akan membiasakan anak menjalani pilihannya sendiri, semoga nantinya mampu
benar-benar bisa menjalani kehidupan yang dipilihnya sendiri.
Kendalikan Lidah
Anda
Mulailah
hari ini dengan menetapkan untuk berbicara secara positip. Jangan putus asa jika
Anda sesekali Anda terseli! Berusahalah selama 30 hari dan lihatlah perbedaan
besar dalam kehidupan Anda karena berbicara secara positip.
Pengendalian
diri merupakan sikap yang penting dari sebuah karakter bagi seorang pemimpin.
Pengendalian dari lidah adalah yang terpenting. Saya memiliki seorang teman
yang baik yang selalu menyenangkan hati saya saat saya bertanya bagaimana
kabarnya. Jawabannya adalah, “ Saya merasa lebih baik sekali, tetapi esok hari saya
harus akan lebih baik lagi.
Tindakan
sering kali mendahului perasaan . Berbicaralah dengan positip dan perhatikanlah
sikap Anda ada perubahan. Hari-hari Anda berjalan sesuai dengan arah bibir Anda.
Sebuah sikap yang sehat menular—jangan tunggu sampai Anda mendapatkannya dari
orang lain.
Jagalah
kata-kata Anda ; Karakter baik Anda adalah salah satu aset yang terbesar.
Mereka yang terbiasa berbohong demi kebaikan, lama kelamaan akan buta warna.
Ramah tama “ jika seseorang hendak memilki teman ia harus terlebih dahulu
menunjukkan keramahannya.” Risiko dalam melakukan langkah pertama. Tanpa teman
sejati, bahkan orang kaya pun adalah orang miskin .
Hidup
adalah suatu pengalaman dalam berhubungan dengan teman Seringkali masalah
besarnya adalah kurangnya sikap menghargai diri sendiri, sehingga sulit untuk
menjangkau orang lain dengan keramahan. Jangan tunggu orang lain yang
mendatangi Anda. Anda tidak dapat membeli teman tetapi pertemanan sejati butuh
waktu dan usaha.
Hal ini sangat bermanfaat bagi diri sendiri .
PILIH SEKOLAH
YANG BAIK
Sekolah merupakan lingkungan social kedua setelah keluarga,
sebaiknya para orangtua sudah memilihkan buat putra putrinya. Ada beberapa
orangtua yang anaknya sejak dini mengenal nilai agama yang dianut oleh
orangtuanya. Akan lebih nyaman jika memilih sekolah dengan basis agama yang
sesuai. Atau jika orangtua ingin kreatifitas menjadi salah satu ketrampilan
hidup anak .
Memperkuat
hubungan anak dan orangtua dan keluarga. Dengan mengajarkan kecakapan hidup,
hubungan anak dengan orang terdekat akan semakin kuat. Waktu yang dihabiskan
bersama keluarga akan memperkuat hubungan anak –orangtua.
Meningkatkan percaya diri, bila ia baru
diajarkan kecakapan hidup ketika mereka menginjak usia dewasa, akan banyak
kecakapan atau ketrampilan hidup yangharus dipelajari. Semakin anak mampu
menyelesaikan tugas-tugasnya, semakin besar pula rasa percaya diri anak ketika
ia bisa beradabtasi dengan situasi ( lingkungannya). Makna hidup, anak belajar
mengenal diri sendiri dan juga orang lain.
Bangkit dari kesalahan ; Hal penting yang perlu ditanamkan
pada anak adalah semua orang tidak lepas dari kesalahan. Pada saat pertama kali
belajar kecakapan hidup, ada yang berhasil ada pula yang gagal. Kegagalan
tersebut akan mengajarkan kita untuk bangkit dan mencoba lagi, serta
mengajarkan bagaimana melakukannya denga lebih baik pada kesempatan lain. Hal
penting disini adalah proses belajar kecakapan hidup. Anak akan belajar mengenai
menghargai diri sendiri.
No comments:
Post a Comment