KISAH
TRAGIS GADIS – GADIS REMAJA YANG DIPERKOSA LALU DIBUNUH
Bulan April 2016, saat kita merayakan Hari Kartini, justru
menjadi bulan kelam bagi tiga gadis remaja. Didesa Kasiah Kasubun, Bengkulu,
pada Sabtu siang , 2 April Yuyun, seorang siswi SMP , dicegat oleh 14 belas
laki-laki muda ditengah jalan yang sepi,saat ia pulang kerumahnya membawa
taplak dan bendera untuk dicuci . KEe-14 belas pemuda yang baru saja minum tuak
itu, telah memperkosa gadis pintar itu, membunuhnya dan membuangnya kejurang
sedalam 5 meter. Dua hari kemudian , Senin 4 April , penduduk menemukan jenazah
Yuyun dengan terikat dan penuh luka di tubuhnya.
Dua
pekan kemudian , pada Kamis , 14 April pristiwa tragis menimpa lagi seorang
gadis berusia 10 tahun bernama Mistianah , diperkosa oleh dua orang laki-laki
dan dibunuh. Jenazah gadis cilik itu baru ditemukan oleh penduduk pada 17 April
di sebuah gubuk kosong di tengah kebun karet . Kisah Mistianah ini tidak akan
tersebar luas andai Edi Arsadad , aktivis HAK ASASI MANUSIA ( HAM ) Lampung
Timur , tidak menuliskannya di Fecebook . Ia menutup kisah kekerasan seksual
yang menimpa Mistianah dengan “ Mengapa semua orang menyalakan lilin hanya
untuk Yuyun ? Kenapa tak ada yang menyalakan lilin untukku?. –Mistianah .”
Bulan
April sudah berlalu , ternyata pada bulan Mei , terjadi lagi peristiwa
kekerasan seksual yang menimpa seorang karyawati , yang bekerja di sebuah
pabrik di Tanggerang . Pada Jum’at 13 Mei 2016 , Eno Fariha berusia 18 tahun di
perkosa dan dibunuh oleh tiga laki-laki di kamar kosnya . Salah satu pelakunya
bahkan , masih dibawah umur , umur 15 tahun.
SISI GELAP
KEHIDUPAN
Berbagai
peristiwa yang menimpa gadis-gadis remaja , yang masih duduk di bangku sekolah
danbekerja tersebut , menyiratkan sisi gelap kehidupan masyarakat , khususnya
hubungan komunikasi didalam keluarga .
Ke-14 belas remaja di Bengkulu , 2 laki-laki di Lampung
Timur , dan laki-laki di Tanggerang , menjadi cermin . Mengapa ke- 14 belas
remaja itu bisa mabuk-mabukan tanpa digubris oleh masyarakat sekitar?” Mereka sudah biasa begitu,” kata
beberapa orang . Ternyata, mereka dibiarkan liar dan menjadi brutal . Ke- 14
belas remaja itu juga diketahui lekat dengan pornografi melalui gadget , yang
tentu mereka lihat diluar rumah . Mereka telah jauh dari keluarga masing-masing
, yang harus bekerja diluar kota untuk mencari nafkah .
Itu
semua adalah contoh sebuah keluarga yang tidak pernah memperhatikan ,
anak-anaknya . Sebaiknya para orang tua khusus nya ibu, harus selalu menjaga
dan mengawasi anak-anaknya ketika sedang bermain . Ketika anak pulang sekolah tanyakan , apakah ada pr , apa
kamu bisa mengerjakan soal-soal di sekolah dan lain-lain nya . Dengan begitu
komunikasi antara anak dan orang tua tetap terjalin harmonis. Ajarkan ilmu
agama yang baik sehingga anak mengenal Allah lebih dekat .
semoga bemanfaat bagikan
No comments:
Post a Comment