JANGAN SUKA MENYIKSA BINATANG



JANGAN SUKA  MENYIKSA  BINATANG

             Menyiksa binatang juga termasuk dosa besar, karena perbuatan ini merupakan bentuk penganiayaan terhadap sesama makhluk Allah. Perbuatan ini juga menggambarkan bahwa orang yang menganiaya binatang memiliki kesamaan dengan binatang yang suka memburu sesama  binatang . Lalu apa bedanya manusia dengan binatang?

Gambaran Orang Yang Menyiksa Binatang. 

             Ketahuilah! Bahwa binatang adalah binatang yang tidak bisa protes ketika disakiti atau dianiaya, maka seketika itu juga ia mengadu pada Allah sebagai dzat  yang menciptakan dirinya. Bahwa Allah menciptakan binatang bukan untuk disakiti atau didzalimi. Allah menyuruh manusia memanfaatkan binatang dengan cara yang ma’ ruf,tidak melampaui batas juga tidak menganiayanya. 

             Penyiksa binatang merupakan manusia yang tidak mempunyai hati nurani. IIa terkesan sebagai orang yang tidak mempunyai hati. Jika dengan binatang saja ia dapat berbuat tega, maka ada kemungkinan jika ia akan bersikap sama dengan orang yang ada disekitarnya. Maka berhati-hatilah menjaga diri agar tidak menjadi manusia yang akan dihindari oleh sesama manusia juga.

            Jika seseorang berniat memelihara binatang, maka binatang itu harus dipelihara sebaik-baiknya dengan memenuhi hak-haknya. Misalnya tidak terlambat memberi makannya atau minumnya. Apabila ada seseorang yang suka pada binatang, tetapi tidak mau memberinya makanan atau mengadu binatang untuk mengambil keuntungan. Maka ia seorang yang berperangai sangat buruk, yang kehidupannya jauh dari sentuhan agama, atau orang yang disesatkan oleh Allah . Sehingga tidak tahu tentang batas-batas hokum syari’ah. Akibatnya perbuatannya atau tindak tanduknya selalu mengarah kepada kedzaliman dan penganiayaan.


 





No comments:

Post a Comment