MENGEMBANGKAN SIKAP
MENERIMA APA ADANYA
Ada kisah menarik yang saya baca , beginilah kisahnya.Pada
sebuah rumah terdengar telepon berbunyi. Seorang wanita menjawab ditelepon, ia
sangat bahagia sekali, senang mendengar suara anaknya yang .
Sudah berbulan – bulan tidak mendengar kabar berita dari si
anak , yang katanya pergi bertugas sebagai sukarelawan. Wanita ini sangat
gembira sekali, ketika mendengar bahwa anaknya yang bertugas jauh diluar pulau
sudah kembai , dan dalam perjalannan pulang. ‘’Ibu, saya ingin memberitahu ibu
bahwa saya membawa seorang teman. Ia sedang terluka parah dan perlu pertolongan
. Maukah ibu menerima ia butuh pertolongan kita ‘’ .
‘’ Tentu saja , boleh anakku’’ jawab ibunya, ia seakan
seorang yang pemberani. Kita akan memberinya sebuah kamar baginya untuk
sementara. Kawanmu boleh tinggal bersama – sama dengan kita sampai dia sembuh.
SI wanita menjawab ditelepon, tapi bu sang anak menjawab , temanku itu
tangannya tinggal seb
elah , matanya juga tinggal satu , karena ia tertembak
ketika berperang melawan musuh diperbatasan. Ia sangat menderita sekali , anak
itu meyakinkan lagi kepada ibunya.
‘’Ibunya kehilangan kesabaran ‘’ Anakku, kau baru saja
kembali dari medan perang kau tidak bisa menjaga emosimu. Kawan mu itu akan
menjadi beban buat kita , dan masalah buat kita semua ‘’.
Begitu mendengar ibunya bilang
begitu, anak tersebut langsung memetikan teleponnya, Seminggu kemudian orang
tuanya menerima telepon dari kesatuan dimana anaknya tugas sebagai relawan
.Kalau sang anak dinyatakan telah bunuhdiri ,karena sebetulnya yang diceritakan
kepada ibunya sebetulnya adalah kisah dirinya sendiri. Keluarganya memandang
penuh duka dan haru melihat kenyataan yang sesungguhnya.
Andaikata ibu dan anak memiliki
iman yang kuat, tidak akan terjadi seperti itu . Karena semua itu sudah
kehendak yang diatas sana , dan kita
harus menerima dengan segala ketulusan . dan jiwa yang besar mudah – mudahan
Allah mengampuni dosa anak yang telah bunuhdiri tersebut.
No comments:
Post a Comment