Wednesday, September 14, 2016

TIDAK MENJADIKAN AIB SUAMINYA SEBAGAI PENGHALANG

TIDAK  MENJADIKAN  AIB  SUAMINYA  SEBAGAI  PENGHALANG 

Seorang istri yang cerdas tidak akan meninggalkan, ketika dilanda krisis atau yang lainnya. Ia akan membangkitkan suaminya agar tidak larut dalam keterpurukan. Sang istri akan menghibur suaminya, agar tabah menghadapi cobaan yang ada . Bahwa hakikatnya manusia dimuka bumi ini akan selalu mendapat cobaan sesuai kadarnya.
Setiap orang, meskipun ia mempunyai kedudukan yang tinggi dan terhormat, pastilah memiliki aib dan kekurangan. Sebagian orang ada yang peka terhadap hal tersebut, sehingga adanya aib itu membuat mereka selalu merasa kekurangan. Dan hal ini bias berakibat buruk pada diri mereka.
Oleh sebab itu , seorang istri harus membantu suaminya untuk melihat aib- aibnya dengan kaca mata hati dan selalu mendorong suaminya , agar tidak terpuruk semakin dalam. Dan tetap bergaul dengan orang- orang yang mengenal dan menghormatinya.
Tidak ada wanita normal didunia ini yang tidak menganggap temannya sebagai bayinya,. Baik itu teman , sahabat, anaknya sendiri, maupun suaminya yang perkasa. Sebab wanita itu lebih sering berpikir dengan menggunakan perasaanya dari pada logika jernihnya.
Dan , wanita meyakini bahwa teman dekatnya, yakni suaminya, akan selalu bersamanya jika ia mampu menjaganya dengan semua sarana, perasaan, kasih sayang  , rohani dan jasmani.

                KISAH  KEHIDUPAN  DI DALAM  RUMAH  TANGGA

Gajih  suami  terlampau  kecil
Bukan aku tidak menghargai suamiku. Kenyataan suamiku yang bekerja serabutan tak cukup untuk menghidupi keluarga kami, terlebih setelah kami mempunyai anak. Mau tak mau, senang tidak senang aku harus ambil bagian mencari tambahan untuk menghidupi keluarga kami. Menurutku hal yang wajar ketika nafkah dari seorang suami tidak mencukupi kebutuhan keluarga,lalu sang istri turut membantu perekonomian keluarga, asal sang istri ikhlas dan suami juga meridhoinya. Dalam kasus ku, aku ikhlas melakukan semuanya. AKU TAK KEBERATAN KETIKA HARUS BERBAGI GAJIH DENGAN SUAMI. Aku percaya rezeki keluarga kami tak hanya lewat suami, tapi juga lewat istri.
Aku tak mempermasalahkan jika sebagian besar gajihku habis untuk kebutuhan rumah tangga. Sama sekali tak ada penyesalan ketika suamiku harus ‘’ istirahat’ ‘’ berhari- hari, bahkan berminggu- minggu karena sepi orderan. Bukankah suami istri harus saling membantu? Kedepannya seperti apa, aku serahkan semua nya kepada Allah. Yang jelas , saat ini keluargaku butuh uang dan aku tak bisa diam saja, ketika suamiku yang juga sudah berusaha keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Kondisi setiap keluarga berbeda- beda. Dan aku sebagai seorang istri ikhlas , menerima apa adanya.

ISTRI  YANG  SOLEHA  , MENJAGA  HARTA  SUAMI
Suami memberi nafkah kepada istri dan mempercayakan pengaturan rumah tangga kepada istri. Tapi istri bukan berarti istri bisa berbuat seenaknya . Apa yang sudah diberikan suami adalah amanah yang harus dijaga dan dipertanggungjawabkan oleh istri. Hindari terburu – buru menyalahkan suami saat suami yang tidak terlalu percaya dengan istrinya, bisa saja dalam kasus tersebut sang istri memang kurang dipercaya. Lantas , bagaimana menjaga harta suami? Beberapa perbuatan yang termasuk dalam kategori menjaga harta suami sebagai berikut.
1.       Tidak bersikap boros atau berlebih – lebihan dalam membelanjakan uang bulanan.
2.       Selalu berinfak
3.       Membelanjakan dijalan Allah.
4.       Bergaya hidup sewajarnya, dan tidak royal.



No comments:

Post a Comment