TIDAK MENJADIKAN
AIB SUAMINYA SEBAGAI
PENGHALANG
Seorang istri yang cerdas tidak akan meninggalkan, ketika
dilanda krisis atau yang lainnya. Ia akan membangkitkan suaminya agar tidak
larut dalam keterpurukan. Sang istri akan menghibur suaminya, agar tabah
menghadapi cobaan yang ada . Bahwa hakikatnya manusia dimuka bumi ini akan
selalu mendapat cobaan sesuai kadarnya.
Setiap orang, meskipun ia mempunyai kedudukan yang tinggi
dan terhormat, pastilah memiliki aib dan kekurangan. Sebagian orang ada yang
peka terhadap hal tersebut, sehingga adanya aib itu membuat mereka selalu
merasa kekurangan. Dan hal ini bias berakibat buruk pada diri mereka.
Oleh sebab itu , seorang istri harus membantu suaminya untuk
melihat aib- aibnya dengan kaca mata hati dan selalu mendorong suaminya , agar
tidak terpuruk semakin dalam. Dan tetap bergaul dengan orang- orang yang
mengenal dan menghormatinya.
Tidak ada wanita normal didunia ini yang tidak menganggap
temannya sebagai bayinya,. Baik itu teman , sahabat, anaknya sendiri, maupun
suaminya yang perkasa. Sebab wanita itu lebih sering berpikir dengan
menggunakan perasaanya dari pada logika jernihnya.
Dan , wanita meyakini bahwa teman dekatnya, yakni suaminya,
akan selalu bersamanya jika ia mampu menjaganya dengan semua sarana, perasaan,
kasih sayang , rohani dan jasmani.
KISAH KEHIDUPAN
DI DALAM RUMAH TANGGA
Gajih suami terlampau
kecil
Bukan aku tidak menghargai suamiku. Kenyataan suamiku yang
bekerja serabutan tak cukup untuk menghidupi keluarga kami, terlebih setelah
kami mempunyai anak. Mau tak mau, senang tidak senang aku harus ambil bagian
mencari tambahan untuk menghidupi keluarga kami. Menurutku hal yang wajar
ketika nafkah dari seorang suami tidak mencukupi kebutuhan keluarga,lalu sang
istri turut membantu perekonomian keluarga, asal sang istri ikhlas dan suami
juga meridhoinya. Dalam kasus ku, aku ikhlas melakukan semuanya. AKU TAK
KEBERATAN KETIKA HARUS BERBAGI GAJIH DENGAN SUAMI. Aku percaya rezeki keluarga
kami tak hanya lewat suami, tapi juga lewat istri.
Aku tak mempermasalahkan jika sebagian besar gajihku habis
untuk kebutuhan rumah tangga. Sama sekali tak ada penyesalan ketika suamiku
harus ‘’ istirahat’ ‘’ berhari- hari, bahkan berminggu- minggu karena sepi
orderan. Bukankah suami istri harus saling membantu? Kedepannya seperti apa,
aku serahkan semua nya kepada Allah. Yang jelas , saat ini keluargaku butuh
uang dan aku tak bisa diam saja, ketika suamiku yang juga sudah berusaha keras
untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Kondisi setiap keluarga berbeda- beda. Dan
aku sebagai seorang istri ikhlas , menerima apa adanya.
ISTRI YANG SOLEHA
, MENJAGA HARTA SUAMI
Suami memberi nafkah kepada istri dan mempercayakan
pengaturan rumah tangga kepada istri. Tapi istri bukan berarti istri bisa
berbuat seenaknya . Apa yang sudah diberikan suami adalah amanah yang harus
dijaga dan dipertanggungjawabkan oleh istri. Hindari terburu – buru menyalahkan
suami saat suami yang tidak terlalu percaya dengan istrinya, bisa saja dalam
kasus tersebut sang istri memang kurang dipercaya. Lantas , bagaimana menjaga
harta suami? Beberapa perbuatan yang termasuk dalam kategori menjaga harta
suami sebagai berikut.
1. Tidak
bersikap boros atau berlebih – lebihan dalam membelanjakan uang bulanan.
2. Selalu
berinfak
3. Membelanjakan
dijalan Allah.
4. Bergaya
hidup sewajarnya, dan tidak royal.
No comments:
Post a Comment